Saya membayangkan sebuah kota yang rindang, banyak taman, sejuk, dan dengan blok-blok bangunan yang teratur di Indonesia ini. Sebuah kota yang bernuansa village, tapi dengan konten modern dan canggih. Sebuah kemodernan yang tersirat meskipun tak tampak wah.
Dan saya juga merindukan sebuah kota yang full music, sebuah kota yang diisi oleh seniman-seniman berkualitas di setiap sudut jalannya. Memperdengarkan lagu-lagu yang harmonis dan meningkatkan produktifitas.
Kota yang dipenuhi oleh pemikir-pemikir dan eksekutor-eksekutor dari ide-ide. Sebuah kota yang action, sebuah kota yang punya misi dan visi.
Di kota ini, tidak ada kelelahan pikiran yang disebabkan konflik, karena masing-masing orang sudah dewasa dan berintegritas, sehingga masalah-masalah bisa diselesaikan tanpa banyak masalah.
Kota seperti ini akan menghasilkan sebuah energi yang akan mengalir ke daerah-daerah sekitarnya.
Kalau tulisan ini diteruskan, akan sangat panjang sekali, dan saya akan menjadi lelah ketika saya keluar dari kantor dan melihat kondisi yang sesungguhnya.
Sabtu, 2009 April 18
Rabu, 2009 Februari 11
English Corner.....Why.....?
Saya baru saja selesai mengoperatori sebuah acara English Corner di sebuah radio swasta di kota saya, sambil melihat bagaimana interaksi antara pengasuh acara tersebut dengan bintang tamu maupun pendengar, saya mendapatkan suatu jawaban mengapa Bahasa Inggris susah sekali dikuasai oleh kebanyakan orang Indonesia.
Corner.....! Corner itu kan sudut ya...pojok...
Sadar tidak kalau selama ini English selalu hanya berada di corner, tidak pernah di center....
Dianggap penting...karena semua orang mengatakan bahwa itu bahasa yang penting dan harus dikuasai untuk bisa maju, tetapi karena yang penting ini ditaruh di corner...akhirnya menjadi penting di prioritas yang bukan utama.
Bagaimana memposisikan English sebagai bahasa yang bisa dipakai dan dipelajari tanpa harus takut dan menganggapnya terlalu tinggi?
Corner.....! Corner itu kan sudut ya...pojok...
Sadar tidak kalau selama ini English selalu hanya berada di corner, tidak pernah di center....
Dianggap penting...karena semua orang mengatakan bahwa itu bahasa yang penting dan harus dikuasai untuk bisa maju, tetapi karena yang penting ini ditaruh di corner...akhirnya menjadi penting di prioritas yang bukan utama.
Bagaimana memposisikan English sebagai bahasa yang bisa dipakai dan dipelajari tanpa harus takut dan menganggapnya terlalu tinggi?
Label:
bahasa inggris,
english
Kamis, 2008 Desember 18
Ide harus dicatat secepatnya
Ternyata benar , sebuah ide harus segera dicatat secepatnya ketika melintas di pikiran kita. kalau tidak , maka akan menguap dalam beberapa jam , dan selanjutnya susah sekali diakses.
Seperti tadi pagi ketika sedang di jalan , terlintas sebuah ide bagus yang rencananya mau saya tulis di blog ini, dan saat ini ketika sudah mau menulis tiba-tiba saya sudah tidak ingat lagi tentang topik yang akan saya kemukakan. Sudah coba cari clue dari berbagai sudut , tetap tidak mau nongol , seakan-akan terkubur di lapisan memori paling bawah.
Tapi ada hikmahnya juga , kebiasaan bawa pulpen dan notebook kecil (belum punya PDA) yang sudah lama saya tinggalkan kini kembali saya lakukan. Saya siap menangkap ide apapun yang melintas , menulisnya secepatnya , merenungkannya , kalau oke , bisa jadi tulisan di blog ini.
Catat....catattt...dan cataaattt....
Seperti tadi pagi ketika sedang di jalan , terlintas sebuah ide bagus yang rencananya mau saya tulis di blog ini, dan saat ini ketika sudah mau menulis tiba-tiba saya sudah tidak ingat lagi tentang topik yang akan saya kemukakan. Sudah coba cari clue dari berbagai sudut , tetap tidak mau nongol , seakan-akan terkubur di lapisan memori paling bawah.
Tapi ada hikmahnya juga , kebiasaan bawa pulpen dan notebook kecil (belum punya PDA) yang sudah lama saya tinggalkan kini kembali saya lakukan. Saya siap menangkap ide apapun yang melintas , menulisnya secepatnya , merenungkannya , kalau oke , bisa jadi tulisan di blog ini.
Catat....catattt...dan cataaattt....
Minggu, 2008 September 28
5 Prinsip orang Singapura
Kemarin saya dapat kiriman E-mail yang isinya cukup menarik untuk disharingkan. Artikel tersebut menginformasikan tentang 5 prinsip dasar kesederhanaan hidup yang dimiliki oleh orang Singapura :
- One wife
- Two children
- Three bedrooms
- Fourwheels
- Five thousand dollar a month (at least)
Label:
Prisip hidup
Selasa, 2008 September 16
Sinetron Indonesia
Berikut ini adalah adegan yang sering muncul di sinetron Indonesia akhir-akhir ini dan sepertinya menjadi wajib ada.
- Tokoh yang sangat baik (biasanya cantik/ganteng, miskin, teraniaya dan sial terus sampe episode terakhir)
- Tokoh yang sangat jahat ( bisa cantik/ganteng juga tapi matanya tajam dan suka diputar-putar atau diarahkan ke kiri atau ke kanan sambil tersenyum sinis, ini menandakan bahwa tokoh ini sedang menemukan ide brillian super jahat)
- Tokoh yang baik biasanya suka menangis, dan matanya suka bergetar-getar redup sambil berkaca-kaca.
- Adegan pertemuan antara tokoh cowok dan cewek, biasanya kalo di kampus atau sekolah tabrakan sampe bukunya tercecer, terus berpandangan dengan mata terheran-heran sayu.
- Kalo ketemunya di jalan maka biasanya tersrempet atau hampir tertabrak mobil tokoh cowok atau tokoh cewek, dan pasti mereka buang waktu untuk berpandangan beberapa saat walaupun kondisi lalu lintas lagi rame.
- Ada adegan penculikan.
- Ada adegan amnesia/ lupa ingatan setelah si tokoh hilang beberapa waktu.
- Biasanya si tokoh jahat sadar setelah tabrakan atau sakit mau meninggal.
- Akhir-akhir ini tokoh baik selalu miskin dan disukai oleh tokoh yang kaya tapi dimusihin sama tokoh lain yang kaya juga.
- Setelah episode 20 biasanya ceritanya mulai berantakan, kalo ada tokoh yang bintangnya mungkin mengundurkan diri maka ada adegan operasi plastik.
Label:
Film
Langgan:
Entri (Atom)











